Klik Aja Disini :
Tampilkan postingan dengan label Kilas Balik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kilas Balik. Tampilkan semua postingan

KASUS KORUPSI JADI PRIORITAS UTAMA

Kamis, 12 Juni 2014 | 0 komentar

Problematika      :  APBD Gate Gusur Kajari Bogor
Slaturahim         :  Ormas-ormas Islam, KMB, HMI Kota Bogor. 

Perjuangan Keluarga Muslim Bogor dalam mempertahankan Kajari Kota Bogor Kornelis Lere menemui jalan buntu, sebelumnya KMB telah melayangkan surat ke Kejagung yang tembusannya ke Presiden dan Wakil Presiden serta Kejati isinya adalah meminta agar Kajari Kota Bogor Kornelis Lere tidak dimutasi sebelum membabat habis para koruptor yang tersandung kasus APBD Gate 2004 di Kota Bogor.
Mutasi Kajari Bogor Kornelis Lere merupakan pukulan besar bagi KMB karena ke khawatiran akan tidak ditindaklanjuti oleh Kajari penggantinya. Kajari Kornelis Lere akan menempati jabatan Inspektur Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung dan penggantinya Mohammad Yusuf yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Direktorat Penyidik Direktorat Penanganan Pelanggaran HAM Berat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Menurut Koordinator KMB H. Fahrudin Sukarno, seharusnya mutasi Kornelis Lere ditunda dulu setelah permasalahan APBD Gate ini selesai, namun indikasi mutasi tersebut sudah diduga sebelumnya dan elemen masyarakat, ormas-ormas Islam sangat menyayangkan kepindahan Kornelis Lere tersebut sangat cepat, sehingga kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah anggota dewan Kota Bogor tersebut dikhawatirkan akan di “peti es” kan.
Keinginan masyarakat, elemen masyarakat serta ormas-ormas Islam pengungkapan kasus korupsi APBD Gate ini tidak hanya sampai pada sahid (Ketua DPRD / Wakil Walikota-red) saja, melainkan seluruh anggota dewan yang terlibat pada waktu itu seperti Tatang, Uhar, Joko, Ru’yat (Wakil Ketua DPRD) Kota Bogor periode 1999 – 2004. Keberanian Kornelis Lere dalam mengungkap kasus korupsi APBD Gate turut dibantu oleh KMB dalam pengungkapannya, sehingga KMB merasa dengan pergantian Kornelis Lere oleh Mohammad Yusuf dikhawatirkan akan di biarkan dan tidak ditindak lanjuti lagi.

Kekhawatiran tersebut, maka KMB membuat komitmen dan meminta kepada Kajari baru agar tanda tangan kontrak politik untuk meneruskan penyelesaian kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kota Bogor yang sudah dilakukan oleh Kajari sebelumnya. Begitu juga dari Ketua HMI Cabang Kota Bogor Sulhannudin, menegaskan akan melakukan audiensi dengan pihak jajaran Kajari Kota Bogor yang baru, meminta untuk terus meneruskan kasus korupsi berjamaah itu hingga kasus korupsi APBD Gate di Kota Bogor dapat diselesaikan sampai tuntas.
Continue Reading

BENGKEL ISLAM

| 0 komentar

Problematika      :  Pengajian Awam Ala Supir Angkot, Narapidana
Slaturahim         :  Ormas-ormas Islam. 

Kegiatan pembinaan keislaman selama ini bisa kita temukan di dalam majlis-majlis penajian, madrasah, pondok pesantren dan dalam kelompok-kelompok dakwah. Metode dakwah ini dirasakan sangat efektif dalam mensosialisasikan nilai-nilai Islam secara langsung kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui jalan ini tidak di ragukan lagi semakin lama kesadaran berislam didalam masyarakat semakin meningkat dalam kondisi jahiliyah modern yang sudah semakin parah menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga segala upaya dakwah dirasakan semakin perlu digencarkan lagi dengan berbagai metode dan teknik pendekatan yang variatif ketika dakwah ditujukan untuk merangkul ummat.
Berangkat dari peluang ini KMB melihat suatu metode dan teknik pendekatan yang baru dalam merangkul berbagai lapisan masyarakat yang selama ini belum merasakan apa arti pengajian. Dimana salah satu sasaran dakwah yang saat ini sangat jarang tersentuh oleh kelompok-kelompok dakwah yaitu kelompok-kelompok profesi yang ada di lapisan masyarakat akar rumput alias lapisan bawah.
Dari hasil investigasi Front Bersama Ummat Islam (FBUI) yaitu kelompok pemuda yang memfokuskan diri pada pengamatan korban-korban kristenisasi diketahui bahwa hamper sebagian besar korban pemurtadan di Bogor yaitu masyarakat miskin seperti para gembel, pengangguran, gadis remaja, narapidana dan masih banyak lagi.
Keluarga Muslim Bogor melihat masalah ini muncul disebabkan kondisi masyarakat bawah yang lemah iman dan miskin ilmu. Tidak heran karena itu mereka sering dijadikan sasaran empuk kristenisasi. Kelompok masyarakat ini sering dijadikan objek bagi pejuang-pejuang Salibis yang masuk kepada mereka melalui bantuan ekonomi, tawaran peluang kerja, perkawinan campur dan bantuan kesehatan secara cuma-cuma.
Dalam mengantisipasi problematika ini sejak tahun 2002, KMB bersama beberapa Pondok Pesantren dan lembaga-lembaga Islam mencoba mengawali langkah menggarap pengajian masyarakat kecil. Langkah pertama dimulai dengan menggarap para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang yang mayoritas adalah ummat Islam. Kondisi riil didalam Lapas sangat kurang dilakukan pembinaan kerohanian. Sedangkan pengajian yang telah ada sebelumnya sebatas pengajian wiridan. Melalui pengajian ini ditingkatkan pada motivasi hidup melalui penenman nilai aqidah. Secara khusus hasil dari pengajian ini dimulai dengan terbentuknya kelompok pengajian khusus dalam bentuk pesantren kilat (Sanlat).
Keberhasilan dari pengajian pertama dilanjutkan dengan pembinaan pengajian kelompok para supir angkot. Diantara sela-sela waktunya mencari nafkah, para supir angkot ini ditawarkan untuk mengikuti pembinaan dari dosen UIKA. Secara teratur dam 2 minggu sekali pengajian ini membawa hasil terbentuknya himpunan profesi supir angkot muslim. Walaupun belum menjangkau supir angkot di seluruh pelosok Bogor, namun bebrpa trayek sudah menyatakan untuk bergabung seperti trayek angkot 09 (Ciparigi-Sukasari), 08 (Wr. Jambu-Ps. Bogor) dan 07 (Ciparigi-Merdeka). Bertempat di bengkel mobil Irvan Motor Wr. Jambu Bogor. Suasana pengajian lebih terasa dijiwai oleh para supir angkot yang menganggap bengkel sebagai rumah mereka.

“Hendaklah ada diantara kamu, sekelompok ummat yang menyeru kepada Islam, menegakkan kebenaran dan mencegah kejahatan dan merekalah itu orang-orang yang beruntung.”
(QS Al Imran: 104)


Continue Reading

SUARA MEDIA PRO ISLAM

| 0 komentar

Problematika      :  Syiar Islam Via Media Massa
Slaturahim         :  Republika, Jabotabek News, Radar Bogor dan Suara Pakuan. 

Kebebasan Pers di era reformasi membawa dampak positif bagi ummat Islam. Peran pemerintah terhadap media massa yang sangat represif dizaman orde baru kiranya menjadi satu bahan pelajaran bagi ummat Islam. Sehingga tidaklah mengherankan jika sosialisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam masyarakat selam ini sangat terhambat dalam misi dan kepentingan-kepentingan komersil yang dibawa media massa.
Secara jujur diakui kiprah Ummat Islam di Kota Beriman belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat Islam di Bogor sendiri. Bahkan pemberitaan media seringkali dirasakan tidak berimbang dengan memberikan informasi miring kepada masyarakat terhadap Islam dan Ummat Islam. Problematika ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat yang menganggap Ummat Islam sebagai kelompok keras kepala, radikal, dan emosional. Dari sinilah muncul rasa pesimistis untuk mengharapkan media yang ada dapat digunakan untuk melakukan syiar Islam.
Sejak terjalinnya hubungan jaringan silaturahmi diantara Ormasl dan Lembaga keislaman pada tahun 2000 melalui KMB, banyak agenda kegiatan ummat yang disosilisasikan melalui jalinan kemitraan bersama sejumlah media local dan nasional dibawah bendera Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hingga sekarang peran media yang secara aktif mengadakan liputan khusus terhadap kegiatan keislaman di Bogor.
Di sebagian besar media Syiar Islam di Kota Bogor selam ini dirasakan masih kurang. Suara nurani yang muncul dari Ummat Islam masih sangat sedikit diketahui Ummat. Bentuk-bentuk pemberitaan kegiatan Ummat Islam di Bogor sangat disayangkan sebatas pemberitaan yang mengangkat berita-berita insidentil saja pada momen-momen khusus yang cenderung melibatkan para pejabat saja seperti peringatan hari besar islam. Dan media-media ini tidak dapat diharapakan sebagaimana media ummat.
Tinggal satu harapan lagi yang kan dapat menjadi solusi dari ummat Islam secara langsung. Dakwah melalui media massa masih sebatas media opini dan belum mampu meberi informasi berita yang riil mengenai kondisi ummat.
Dari sinilah Keluarga Muslim Bogor menggagas untuk memunculkan media yang akan menyuarakan suara ummat Islam. Pada tahap ini KMB mengawali langkahnya dengan merangkul para jurnalis media yang sudah ada tersebut bersama-sama manyalurkan idealism ini melalui satu wadah. Dan tentunya gagasan ini diharapkan mendapatkan dukungan dari semua bagian komponen ummat seperti kelompok, ormas, lembaga pendidikan, yayasan dengan satu idealism mengangkat Syiar Islam ke public.

“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan jalan hikmah, dan pelajaran yang baik, dan bertahanlah mereka dengan baik.”
(QS An Nahl: 125)

    
Continue Reading

PELARANGAN BERBUSANA JILBAB DI SEKOLAH

| 0 komentar

Problematika      :  Pelarangan Muslimah Berjilbab di Sekolah
Slaturahim         :  Majlis Ulama (MUI), Departemen Agama, dan LBH UIKA. 

Kebebasan beragama di Kota Bogor yang disimbolkan sebagai kota Beriman ternyata hanya dirasakan slogan kosong belaka. Sosialisasi penerapan Syariat Islam pun hanya sekedar symbol-simbol bagi mayoritas masyarakat awam. Miskin pemahaman Aqidah Islam dan rendahnya keterkaitan kepada Syariat di dalam masyarakat menjadi boomerang bagi proses dakwah kepada masyarakat.
Jika di beberpa sekolah negeri penerapan Syariat Islam bagi para siswa dan siswinya sudah mulai dilaksanakan, maka di beberpa sekolah lainnya kebebasan ini masih dikekang. Kasus pelarangan berbusana jilbab yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 dan SMUN 4 Bogor.
Pada 22 Juni 2001 pihak sekolah SMK 1 melakukan pemeriksaan seragam sekolah. Dengan berdasrkan gambar seragam sekolah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Para siswa yang ditemukan memakai pakaian yang tidak sesuai ketentuan di atas akhirnya dijatuhi sanksi administrasi. Pihak sekolah yang melakukan razia menemukan pakaian siswa yang berbusana jilbab tidak sesuai dengan gambaran jilbab yang disetujui pihak MUI.
Para siswi ini tidak menerima masalah ini begitu saja peringatan ini, sehingga mereka tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya. Ternyata taguran keras diberikan kepada para siswi berjilba ini sehingga harus diistirahatkan dari kegiatan belajar selama seminggu dan para orang tua siswi diberi surat penggilan untuk dinasehati.  
Para siswi mengadakan protes kepada pihak sekolah yang menerapkan kebijakan berbusana yang berbeda bagi setiap siswa. Dalam protes itu para siswi mempertanyakan tentang bagaimana sanksi bagi siswi yang memakai rok di atas lutut dengan pakaian yang membentuk lekuk tubuh wanita. Para guru menegaskan ini adalah sebuah peraturan dari Mendiknas yang harus ditaati.
Para siswi diminta untuk ke ruangan BP dan mengambil surat panggilan serta memakai pakaian seragam yang dianggap sesuai aturan sekolah, dan diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang berisi mereka harus taat terhadap peraturan sekolah.
Para siswi bersama orang tuannya meminta pihak sekolah untuk berdamai dengan melibatkan peihak pengacara LBH UIKA. Tetapi pihak sekolah tidak menrima masalah gugatan ini. Masalah ini selanjutnya dilontarkan siswa bersama pihak KMB kepada pihak MUI dan Depag Kota Bogor. Masalah ini akhirnya sempat dibahas bersama pada waktu dialog warga Kecamatan Tanah Sareal bersama Walikota Bogor. Sekali lagi akhirnya kasus ini dinyatakan ditutup karena para siswi diminta mentaati peraturan yang sudah baku. Tanpa membahas kajian fiqh yang lebih dalam bagi guru-guru disekolah.
Demikianlah akhirnya pola pendidikan sekuler dan pemahaman pendidikan yang jauh dari nilai-nilai Islam menyebabkan kesalahpahaman dalam mengartikan kebebasan beragama di sekolah. Pihak KMB bersama Lembaga dan Ormas Islam terus mengadakan sosialisasi penerpan Syariat Islam kepada seluruh masyarakat Bogor. 

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri.”
(QS Ar Raad: 11)


Continue Reading

UPETI MAFIA PERJUDIAN

| 0 komentar

Problematika      :  Mafia Perjudian Yang Makin Menguat
Slaturahim         :  Majlis Ulama (MUI), Media Massa dan Ormas Islam se-Bogor. 

Kondisi ekonomi negeri ini yang semakin morat-marit memberikan peluang bagi lainnya berbagai jenis industry baru yang dirasakan akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu industry yang semakin marak di Kota Bogor adalah industry perjudian. Tidak tangung-tanggung sector ini semakin tumbuh subur di Kota Bogor mampu menyumbang devisa dengan omset yang besar setiap harinya. Berbagai macam bentuk perjudian yang berkembang sesuai tingkat modal yang dimiliki masyarakat dari kelas togel hingga kelas rolet atau mickey mouse.
Salah satu bentuk perjudian terbesar di Kota Bogor yaitu yang berada di kompleks Ruko Merdeka Mall. Berbagai kalangan masyarakat mempertanyakan kepada aparat kepolisian dan Pemerintah mengenai status perjudian yang masih terus beroperasi dengan aman hingga saat ini.
Dari berbagai sumber diketahui alasannya masih beroperasinya tempat perjudian itu dikarenakan adanya mafia  perjudian yang telah masuk ke berbagai lini kalangan instansi, institusi terkait dan kelompok massa di Kota Bogor. Mafia perjudian secara teratur memberikan upeti dan memiliki catatan nama dari ratusan oknum wartawan “Bodrek” yang diduga membekingi tempat perjudian itu.
Sehingga, upaya penertiban yang mengarah ke penutupan tempat perjudian itu hingga sekarang masih belum terlihat “Bagaimana tempat itu mau ditutup, kalau pengelolanya itu memberikan upeti kepada oknum-oknum aparat maupun masyarakat yang membekingi perjudian itu. Menurut keternagan salah satu saksi yang melaporkan adanya catatan berisi nama-nama oknum wartawan, yeng menerima upeti dari perjudian itu, termasuk sejumlah nama mahasiswa. Tetapi, kebanyakan nama wartwan itu wartwan yang tidak jelas medianya atau orang sering menyebutnya wartwan “Bodrek” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Jika diamati bahwa perjudian ini sudah terang-terangan dan sudah berlangsung sejak lama. Sementara pihak pemerintah Kecamatan Bogor Tengah dan Kepolisian setempat hanya sekedar menjanjikan langkah-langkah pemberantasan yang tidak pernah dilakukan sedikitpun.
Dalam rangka mengantisipasi penyakit yang muncul dikalangan masyartakat ini sejumlah Ormas Islam di Bogor telah mengadakan kesepakatan untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk memberantas perjudian ini. Dari forum Ulama ini disepakati upaya amar ma’ruf nahi munkar bila aparat terkait hanya diam dan membisu.
Lagi-lagi keyakinan Aqidah dan Syariat Islam yang dijadikan symbol Kota Bogor Beriman diuji oleh sekelompok manusia-manusia fasik yang hanya mengurus kepentingan perutnya sendiri. Pada saat ini dibutuhkan Shaf yang rapat diantara seluruh Ummat Islam untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

“Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah merubah dengan tangannya. Dan jika dia tidak sanggup hendaklah dia merubah dengan ucapan. Dan jika dia tidak sanggup hendaklah membencinya dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(Al-Hadist)


Continue Reading

SOSIALISASI SYARIAT ISLAM DI KOTA BERIMAN

| 0 komentar

Problematika      :  Sosialisasi Syariat Islam
Slaturahim         :  Majlis Ulama (MUI), Departemen Agama, DMI, NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Matlaul Anwar, PUI, PERSIS, MDI, IPHI, Persatuan Habaib, ICMI Oesat, AMII, BPKMRI, Hizbt Tahrir, PBB, Ormas Islam se-Bogor. 

Maraknya wacana Syariat Islam di negeri ini telah menyadarkan semangat keislaman masyarakat Bogor. Dengan melihat serangkaian pendeklarasian Syariat Islam di Kota-kota lain seperti Aceh, Banten, Cianjur dan Tasikmalaya. Semakin mendorong Ummat Islam kota Bogor menunjukkan identitas keislamannya. Kota Bogor yang selam ini dikenal masyarakat umum sebagai “Kota Beriman” yang identik dengan identitas keislamannya.
Semakin maraknya kegiatan keislaman di kota Bogor yang diprakarsai para mahasiswa, pondok pesantren, ormas islam dan pergerakan islam lainnyaserta dukungan para cendikiawan, ulama sehingga keadaan ini sangat kondusif untuk ditegakkannya Syariat Islam di Bogor. Menaggapi semakin maraknya wacana Syariat Islam ini akhirnya Walikota Bogor Drs. H. Iswara Natanegara bersama para Ulama dan cendikiawan muslim menggagas wacana ini untuk digulirkan di Kota Bogor.
Sebagai langkah awal diperlukan adanya penyamaan persepsi tentang pentingnya penerapan Syariat Islam di Kota Bogor dengan adanya kejelasan konsep, anturan main dan hal-hal yang mendukung pelaksanaannya nanti. Sehingga wacana Syariat Islam dapat disosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat dari jajaran birokrat sampai kepada seluruh warga Kota Bogor. Keluarga Muslim Bogor (KMB) merasa perlu untuk berperan serta dalam mensosialisasikan dan mengkondisikan wacana penerapan Syariat Islam kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rangka mewujudkan  Syariat Islam inilah diperlukan adanya kebersamaan ummat dalam menyuarakan aspirasinya untuk menerapkan Syariat Islam di Kota Bogor tercinta. Berdasarkan hasil kesepakatan 16 lembaga ke Islaman yang meminta Walikota Bogor mewujudkan 37 butir cirri kehidupan keseharian masyarakat Kota Bogor. Ide sosialisasi Syariat Islam ini juga didukung berbagai elemen baik Organisasi Massa (ORMAS), Pelajar dan Mahasiswa, Pondok Pesantren, dan Organisasi ke Islaman di Kota dan Kabupaten Bogor.
Dengan beberapa pertimbangan maka upaya-upaya yang akan dilakukan KMB adalah sebagai berikut :
ü  Melakukan sosialisasi Syariat Islam kepada seluruh elemen masyarakat Kota Bogor dengan menyediakan pelayanan informasi melalui berbagai kajian ke-Islaman, Seminar Tabligh Akbar, dll.
ü  Mengembangkan system jaringan dalam mempersiapkan masyarakat untuk menerima diterapkannya Syariat Islam di Kota Bogor.
ü  Memberikan dukungan diterapkannya Syariat Islam oleh pemerintah dengan berperan sebagai sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
Uapaya ini merupakan tahapan awal yang digagas Ummat Islam dalam mewujudkan kesatuan cita-cita menerapkan Syariat Islam di negeri tercinta. Tidak hanya sekedar semangat dan symbol-simbol yang membuat kita lupa dengan tugas Ummat Islam sebagai Khairul Ummah

“Wahai orang-orang yang Beriman penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya, jika dia menyerukan kamu kepada sesuatu yang akan member kehidupan kepadamu”


Continue Reading

LEMBAGA ALKITAB BIKIN ULAH LAGI

| 0 komentar

Problematika      :  Pembinaan Aqidah Ummat
Slaturahim          : Front Bersama Ummat Islam (FBUI), Forum Silaturahim Tanah Sareal Jabotabek News.


Rencana pengurus Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia untuk merenovasi gedung LAI menjadi komplek pusat perkantoran dan penginapan telah meresahkan masyarakat Kecamatan Tanah Sareal, khususnya warga kelurahan Tanah Sareal. Keresahaan ini mengulangi peristiwa yang sama dilakukan yayasan LAI pada bulan Agustus 2000 yang telah memicu kemarahan masyarakat muslim Kota Bogor. Maslahnya menurut tokoh KMB masalah ini lebih berbahaya dari sekedar membangun tempat ibadah seperti gereja, karena lebih lanjut tempat ini akan dikembangkan pusat kegiatan Kristenisasi.
Motif utama kasus ini adalah tatkala warga dan tokoh masyarakat sekitar dipengaruhi untuk member dukungan untuk mendukung kelancaran pembangunan. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan izin renovasi gedung LAI sebagai pusat aktivitas keagamaan non-muslim (katolik) di tempat tersebut. Meskipun, pihak pengelola yayasan LAI diharuskan melengkapi perizinan seperti pernyataan persetujuan masyarakat.
Hanya saja dalam kasus 2002 ini, pihak Yayasan memulai kegiatannya dengan meminta dukungan masyarakat. Sedangkan pada tahun 2000 pihak Yayasan mengawali langkahnya dengan meminta dukungan dari pihak Pemerintah terkait baru kemudian meminta dukungan pihak masyarakat. Sehingga wajar kiranya memancing aksi unjuk rasa masyarakat Islam Bogor ke Balaikota Bogor.
Berdasarkan informasi dari pihak Kecamatan, pihak Kelurahan, pihak RW dan sebagian tokoh masyarakat, pihak yayasan mulai melakukan pendekatan kepada warga dengan melakukan tindakan suap, dan diikuti pengumpulan tandatangan yang meminta persetujuan warga. Padahal pada saat ini tercatat hanya ada 2 KK yang menganut agama non muslim, diantara mayoritas warga dan lembaga-lembaga Keislaman di lokasi ini.
Menaggapi rekomendasi ini, warga masyarakat menilai pihak yayasan LAI sama sekali tidak memperdulikan Sikap Penolakan Warga yang secara tegas menolak rekomendasi tersebut pada waktu yang lalu. Sehingga oleh karena itu masyarakat yang dipimpin tokoh-tokoh agama menjalin Silaturahim Ummat bersama dalam sebuah jaringan Forum Silaturahim Masyarakat Tanah Sareal.
Pihak LAI pada Bulan Februari 2003 ini memulai kemabli langkah-langkah dengan mengadu domba warga Tanah Sareal. Melalui warga yang dijanjikan pekerjaan, pihak LAI mencoba mempengaruhi warga untuk menandatangani dan menyetujui aksi mereka. Bahkan pihak LAI juga melibatkan pihak Kelurahan, oknum Kepolisian dan Preman untuk mempengaruhi warga.
Para ulama, tokoh dan masyarakat mengadakan musyawarah bersama untuk menyatukan warga. Dengan mengambil langkah persuasive melalui komunikasi positif diantara warga dan pihak pemerintah untuk menghindari munculnya sikap-sikap anarkis masyarakat. Disinilah ukhuwah islamiyah Ummat Islam diuji kembali untuk tetap tenang dan tidak terpancing ke dalam konflik perpecahan yang akan menyebabkan kelemahan Ummat.

“Sekali-kali tidak akan pernah senang kepadamu orang-orang Yahudi dan Nasrani, sehingga kamu mengikuti agama mereka”
(QS Al Baqarah : 120)


Continue Reading

KONTROVERSI GEREJA LIAR DI TANAH MUSLIM

| 0 komentar

Problematika      :  Pembinaan Aqidah Ummat
Slaturahim         :  Front Bersama Ummat Islam (FBUI), Jabotabek News.


Pembangunan gereja tersebut merupakan sarana untuk menarik perhatian warga agar tertarik kepada Kristen. Penggunaan gereja tidak hanya untuk ibadah bagi mereka tetapi dapat digunakan sebagai sarana merusak aqidah ummat Islam di sekitarnya. Kegiatan gereja disinyalir tidak hanya untuk warga Nasrani saja tetapi merupakan sarana untuk menyebarkan agama mereka melalui pendekatan yang sangat halus kepada masyarakat. Pendekatan ini dapat dilihat dari upaya pendekatan kepada para tokoh masyarakat dan aparat pemerintah dengan menyodori “amplop”. Sedangkan pendekatan kepada warga dengan cara pendekatan ekonomi. Pendekatan ini melalui pemberian bantuan kepada keluarga golongan ekonomi bawah.
Pendirian rumah ibadah umat Nasrani di Kelurahan Tanah Sareal terindikasi tim investigasi FBUI dari permohonan salah satu warga HKBP. Warga tersebut mengajukan permohonan kepada Kepala Desa agar memberikan ijin rumah tinggalnya dijadikan tempat ibadah kaum Nasrani. Surat tersebut telah disetujui oleh ketua LPM (Lembaga Pengembangan Masyarakat) yang memberikan ijin penggunaan rumah warganya untuk dijadikan sarana ibadah warga HKBP. Kasus ini terungkap ketika masyarakat melakukan aksi protes atas pembangunan gereja tersebut.
Pembangunan gereja HKBP tersebut tidak melihat kondisi lingkungan sekitar dimana 95% warga sekitar beragama Islam. Pembangunan gereja HKBP tidak memperhatikan dampak SARA dimana di lingkungan tersebut terdapat sebuah pondok pesantren dan yayasan pendidikan Islam, majelis ta’lim dan yayasan pendidikan Thoriq bin Ziyad.
Kasus yang sama terjadi juga di wilayah desa Ciparigi Kedung Halang. Pembangunan sebuah gereja di ketahui warga dari pembangunan sebuah gedung milik yayasan sejahtera bergerak dibidang pendidikan.
Pembangunan ini sangat controversial karena IMB (ijin mendirikan bangunan) belum turun tetapi pembangunan telah dilaksanakan. Dilihat dari struktur bangunannya bukan menyerupakan bangunan untuk rumah tinggal melainkan menyerupai sebuah gereja. Pemilik yayasan juga telah mengajukan surat pernyataan yang harus ditandatangani warga sekitar sebagai bukti persetujuannya. Dalam pengumpulan tanda tangan pemilik yayasan telah memberikan “amplop” kepada ketua RW untuk mengumpulkan warganya.
Pembangunan ini sangat kontrovesial karena pihak yayasan selalu berbelit-belit saat di konfirmasi mengenai peruntukan bangunan tersebut. Warga mengkalaim kalau bangunan tersebut adalah gereja. Tentu saja pembangunan tersebut meresahkan warga karena pada tahun 1986 ditempat yang sama oleh yayasan yang sama akan di bangun gereja namun pembangunan tersebut mendapat tantangan dari Bupati. Pembangunan gereja tersebut sangat bertentangan karena warga desa tersebut 100% muslim.
Demikianlah orang-orang kafir sepanjang waktu, mengerahkan daya upayanya untuk bersama-sama menghancurkan islam dan kaum muslimin dimanapun mereka berada.

“Adapun orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jikalau kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”
(QS Al Anfal : 73)
Continue Reading

KEPEDULIAN DI LP PALEDANG

| 0 komentar

Problematika        :  Pembinaan Aqidah Ummat
Slaturahim         :  Mahad Al Azhar, Ponpes Miftahul Falah, KOREM 061/Suryakencana, dan Lembaga Dakwah Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA)


            Lembaga Pemasrakatan (LAPAS) Paledang Bogor merupakan salah satu LP terbaik di Wilayah Jabodetabek yang memberikan pembinaan bagi warganya. Salah satu kegiatan LP yang sangat menonjol pada saat ini adalah kegiatan pembinaan rohani yang berjalan secara aktif. Suasana ini sangat terasa dengan dimanfaatkannya gedung aula serbaguna secara bergantian untuk berbagai macam kegiatan.
            Kegiatan pembinaan kerohanian ini dirasa sangat masih kurang dan tidak berimbang sekali. Dengan jumlah ummat Islam yang mayoritas pembinaan kerohanian Islam yang berlangsung hingga saat ini adalh empat kali dalam sebulan. Sedangkan pembinaan kerohanian Kristen yang berlangsung saat ini adalh tiga kali seminggu perbandingan yang tidak seimbang mengingat jumlah ummat Islam adalah mayoritas. Jika diamati darim populasi jumlah warga LP Paledang (hingga laporan terakhir) diketahui berjumlah 1060 orang, dengan komposisi beragama Islam yaitu 960 orang dan Nasrani berjumlah 100 orang.
            Bentuk kegiatan ummat Nasrani pada intinya bertujuan meningkatkan keimanan jemaat dan meningkatkan kepedulian diantara sesamanya. Diantara bentuk kegiatan yang digagas adalah dengan mengadkan kegiatan social diantaranya memberikan berbagai bentuk pelayanan kepada warga LP seperti konsultasi psikologi, bantuan sembako, dan santunan social secara berkala.
            Kegiatan pembinaan bertujuan untuk membina warga yang haus akan kepedulian dan kasih saying selama berada di dalam LP. Dalam proses pembinaan anggotanya kegiatan dikoordinasi oleh Tamping (narapidana senior sebaga asisten petugas) yang bertugas mencari warga yang haus akan kasih sayang, selanjutnya para jemaat baru akan ditangani secara intensif diantara jemaaat lainnya. Para napi yang jiwanya sedang labil dimasuki dengan ajaran Kristen dengan penuh kelembutan. Kegiatan kristenisasi ini terungkap pada tanggal 7 Oktober 2002.
            Kegiatan kepedualian umat Nasrani ini mencakup juga kegiatan santunan social kepada ummat Islam. Beberapa santunan social yang diberikan diantaranya pemberian bantuan peralatan ibadah. Pembinaan umat Nasrani pada sat ini melibatkan kerjasama 5 lembaga Kristen yang secara aktif bahu-membahu saling mendukung menyukseskan program ini dengan pembinaan yang intensif dan teratur. Kegiatan ini menghasilkan hasil yang nyata dimana 3 orang narapidana menyatakan diri masuk Kristen.
            Kepedulian dantara sesame ummat Islam pada faktanya dirasa sangat kurang bahkan bisa dikatakan tidak ada. Berbeda dengan orang Kristen mereka sangat peduli dengan narapidana yang dianggap orang sebagai manusia jahat tetapi mereka memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Sedangkan kaum muslimin menganggap orang yang masuk penjara sebagai orang yang tak perlu dihargai, sehingga kita tidak peduli akan nasib mereka.
            Pada saat ini organisasi berbasis Islam yang terlibat dalam kegaiatan pembinaan di LP yaitu Keluarga Muslim Bogor (KMB), KOREM 061/Suryakencana, dan lembaga Dakwah Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA). Secara teratur 2 minggu sekali pihak KMB bekerjsama dengan Pondok Pesantren memberikan pembinaan Aqidah dan Fiqh praktis kepada para narapidana di Lapas ini. Semoga amal ini menggugah kepedulian saudara Muslim di lain tempat.

“Tidak sempurna Iman kamu sehingga kamu mencintai saudaramu, seperti kamu mencintai dirimu sendiri”
(Al Hadits)
Continue Reading

SILATURAHIM UMMAT

| 0 komentar


Problematika         :  Persatuan Ummat
Slaturahim         :  Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, BKSPPI, ICMI, PUI, MUI, Ponpes Ulul Albab, Mahad Al Azhar, Tarbiyatun Nisaa, YAPIS, HMI Bogor, PII, KAMMI, BKIM IPB, BDMA IPB, DPM UIKA, LBH UIKA, HAMMAS, Liga Muslim Bogor, MT Al Bunyan, Majelis-majelis Ta’lim dan DKM-DKM se-Bogor. 

            Keluarga Muslim Bogor (KMB) lahir sebagai suatu reaksi ummat terhadap kebijakan pemerintah daerah yang kurang aspiratif dalam mendengarkan aspirasi masyarakat. Kurangnya informasi yang diterima pemerintah pada akhirnya memunculkan suatu gerakan moral diantara wrga dan para tokoh masyarakat.
Masalah ini berawal dari konflik SARA yang terjadi diantara warga Kelurahan Tanah Sareal dengan Lembaga Al Kitab Indonesia (LAI). Rencana pengurus Yayasan LAI untuk merenovasi gedung lama LAI, menjadi kompleks pusat perkantoran dan kegiatan lembaga-lembaga Kristen (Kristen Center) telah menimbulkan keresahan warga.
Adanya usaha-usaha dini yang dilakukan para tokoh masyarakat dan para ulama dalam menjalin silaturahim melahirkan ikatan yang kuat. Melalui serangkaian pertemuan yang dihadiri 17 Ormas, lembaga pendidikan, organisasi kemahasiswaan Islam di segenap penjuru Kota dan Kabupaten Bogor menghasilkan kesepakatan bersama untuk bersama-sama berjuang menghadapi berbagai masalah yang muncul ditengah ummat.
Sebagai langkah nyata dalam menggalang ukhuwah islamiayah tersebut maka forum ini membentuk suatu koordinasi diantara lembaga-lembaga ummat dalam bentuk jaringan. Bentuk jaringan yaitu didasari ide persatuan Islam melalui kejamaahan yang berperan dalam memberikan layanan informasi perkembangan dunia Islam, mengembangkan syiar Islam, pengkajian potensi-potensi SDM yang belum tergali di dalam tubuh ummat dan mewujudkan persatuan ummat. Wadah ini lahir dalam bentuk suatu kegiatan ummat tanpa melihat perbedaan yang muncul diantara berbagai kelompok ini.
Hasil pemufakatan dari forum ini yaitu dengan digelarnya aksi solidaritas ummat Islam pada 22 September 2000 di Istana Balaikota Bogor yang dihadiri 500 warga masyarakat se-Bogor dalam meperotes kebijakan Walikota Bogor untuk membatalkan rencana pembangunan gedung Al Kitab.
Bagai gayung bersambut kegiatan ini mampu meberikan sentuhan kepada Walikota Bogor untuk mencabut rekomendasi yang telah diberikan kepada lembaga Al Kitab. Menanggapi keresahan warga muslim Bogor ini pemerintah bersepakat untuk senantiasa menggandeng para ummat Islam sebagai rekan kerja dalam menjalankan Social Control terhadap segala kebijakan pengusaha.     
Demikianlah upaya ini akhirnya mampu menyatukan semua barisan ummat kedalam satu shaf yang rapih dan lurus. Menyatukan peran Ulama, Umara, dan Ummat sebagai Ummat yang bersatu seperti satu tubuh.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara”
(QS Al Hujurat :10)
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Madiqtera | Mas Template
Copyright © 2014. RISALAH KMB - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger